Media Pembelajaran dan Kaitanya Manusia Sebagai Kholifah

Manusia, dengan kompleksitas yang dimiliki, adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Kesempurnaan manusia ini lantaran ia diberi akal, yang makhluk-makhluk ciptaan lainnya tidak memilikinya. Dengan akal, manusia memiliki potensi yang besar dalam mempertahankan dan mengembangkan kualitas hidup yang dimilikinya bahkan manusia adalah satu satunya ciptaan yang bisa menentukan hitam putihnya kehidupan dan peradaban di muka bumi ini. Dan dalam posisi ini manusia adalah satu satunya ciptaan yang diberi mandat oleh Tuhan untuk menjaga dan mengelola alam semesta beserta isinya demi kemaslahatan semua ciptaan di muka bumi ini yang mana dalam ajaran-ajaran Islam peran manusia ini disebut sebagai kholifah.

Peran manusia sebagai kholifah adalah mandat dari Tuhan yang tidak bisa ditawar. Disadari atau tidak dan suka atau tidak suka manusia telah ditetapkan oleh Tuhan untuk menjadi wakil-Nya (kholifah) dengan annugerah akal yang diberikan-Nya. Dunia dan seisinya diserahkan oleh Tuhan secara penuh untuk dipelihara, dikelola dan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk semua ciptaan-Nya. Dalam konteks ini manusia memiliki amanah yang tidak ringan, bahkan akan sangat berta bila tidak siap dalam mengembannya. Oleh karena itu manusia harus menyiapkan diri dan generasinya dengan baik agar mampu mengemban amanah dari Tuhan. Mereka yang mampu mengemban amanah dengan baik sebagai kholifah adalah mereka yang benar-benar menyiapkan dirinya dengan baik. Belajar dalam kurun waktu yang lama, baik belajar secara mandiri maupun belajar dengan bimbingan guru.

Bagi manusia, belajar dengan berbagai variasinya adalah satu satunya jalan terbaik dan paling rasional yang bisa dilakukan untuk menjadi manusia yang tercerahkan dan  terdewasakan baik secara intelektual, emosional maupun secara spiritual. Belajar merupakan upaya sungguh-sungguh dalam mencapai kematangan maksimal pada tiga aspek kecerdasan dalam diri manusia (intelektual, emosional, spiritual) yang praktek dan pelaksanaannya senantiasa dalam timing dan locus yang tidak terbatas alias seumur hidup (long life learning). Tanpa  proses belajar yang benar, maka sulit bagi manusia untuk bisa memaksimalkan seluruh potensi yang ada dalam dirinya. Tanpa belajar manusia tidak akan bisa memahami apa yang sebelumnya belum bisa dipahami, dan tanpa belajar manusia juga tidak akan bisa menguasai apa yang sebelumnya belum dikuasai. Mengingat pentingnya belajar bagi manusia, maka perlu sebuah usaha yang sistematis, terencana dan terukur agar proses kegiatan belajar manusia bisa maksimal sehingga benar-benar mampu mendewasakan dan mencerahkannya.

Manusia belajar dengan berbagai cara, bisa belajar dengan membaca, mengamati, mengalami dan bahkan juga belajar dengan merasakan. Berbagai cara belajar tersebut bisa dilakukan secara mandiri maupun berbantuan orang lain. Belajar mandiri dilakukan secara mandiri oleh manusia dan belajar berbantuan orang lain dilakukan atas nasehat, bimbingan serta arahan orang lain yang pada umumnya dilakukan dalam sebuah institusi yang namanya pendidikan. Dan di dalam institusi pendidikan ini lah proses belajar disebut dengan pembelajaran yang secara terminology dapat diartikan sebagai interaksi antara pendidik dan peserta didik dengan sumber belajar dalam lingkungan tertentu. Kegiatan interaksi edukatif dalam pembelajaran akan menjadikan manusia belajar banyak hal dan tentu secara maksimal yang pada akhirnya manusia-manusia pebelajar ini akan benar-benar mampu meraih kedewasaannya, baik kedewasaan intelektual, kedewasaan emosional maupun kedewasaan spiritualnya.

Keberhasilan belajar manusia yang berwujud kedewasaan, dipengaruhi oleh berbagai factor, baik factor dari dalam atau factor dari luar diri manusia. Oleh karena itu didalam mengajar, membimbing mengarahkan serta memfasilitasi manusia, perlu mempertimbangkan berbagai factor yang mempengaruhinya, serta menyadari bahwa masing-masing factor tersebut saling terkait antara yang satu dengan yang lain. sehingga, belajar tidak cukup kalau hanya dilakukan secara mandiri atau berbantuan orang lain melainkan juga membutuhkan dukungan lingkungan yang kondusif serta alat bantu (media) yang memadai.

Media (alat bantu) merupakan salah satu faktor penting dalam pembelajaran, oleh karena itu interaksi antar manusia dalam kegiatan belajar untuk tujuan transformasi keterampilan, pengetahuan dan nilai akan mendapatkan hasil yang maksimal mana kala dilengkapi dengan media yang relevan, baik relevan dengan materi, dengan kompetensi, karakter peserta didik, maupun relevan dengan lingkungan dimana kegiatan belajar dilaksanakan. Media akan menjembatani proses transformasi antara manusia sebagai pebelajar dengan sumber belajar sehingga proses internalisasi nilai, pengetahuan dan keterampilan bisa berjalan secara maksimal.

Dengan demikian maka sangat jelas bahwa, untuk menjadi manusia-manusia yang terdewasakan dan tercerahkan, perlu menempuh proses belajar yang panjang baik secara mandiri maupun berbantuan orang lain dan dengan mempertimbangkan berbagai factor yang mempengaruhinya termasuk di dalamnya adalah factor media pembelajaran yang digunakan. Penggunaan media secara tepat akan sangat membantu dan mempercepat proses belajar manusia dalam menginternalisasikan nilai, pengetahuan, dan keterampilan dalam dirinya.

Terinternalisasinya nilai, pengetahuan dan keterampilan dalam diri manusia menandakan bahwa manusia tersebut telah dewasa dan tercerahkan. Hal ini yang kemudian menjadikan manusia berada dalam kondisi siap dan mampu menjalankan peran sebagai kholifah dengan baik. Peran  yang diamanahkan oleh Tuhan kepada manusia. Nah dari beberapa uraian di atas, ada kaitan yang sangat jelas antara media pembelajaran dengan peran manusia sebagai kholifah. Di mana media pembelajaran adalah salaj satu faktor penting dalam proses belajar manusia untuk menyiapkan diri sebagai kholifah yaitu wakil Tuhan di muka bumi dalam mengelola, mengatur dan memanfaatkan seluruh isi alam semesta untuk kemaslahatan semua makhluk ciptaan-Nya.

2 thoughts on “Media Pembelajaran dan Kaitanya Manusia Sebagai Kholifah”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *