Workshop Deep Learning Bagi Guru Mata Pelajaran IPS MTs Se Kabupaten Ponorogo

Sebanyak 46 guru mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dari berbagai Madrasah Tsanawiyah (MTs) se-Kabupaten Ponorogo mengikuti kegiatan Workshop “Deep Learning bagi Guru Mata Pelajaran IPS” yang diselenggarakan oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPS MTs Kabupaten Ponorogo. Kegiatan ini berlangsung di Mini Hall Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Ponorogo, pada hari Rabu, 1 Oktober 2025.

Workshop ini menghadirkan narasumber utama Arif Rahman Hakim, M.Pd, dosen UIN Ponorogo sekaligus pakar di bidang desain pembelajaran dan pedagogi digital. Dalam paparannya, Arif menekankan pentingnya guru memahami konsep deep learning sebagai pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan berpikir kritis, reflektif, dan bermakna bagi peserta didik.

Pada sesi pertama, peserta diperkenalkan dengan “Konsep Dasar Deep Learning” dalam konteks pendidikan. Arif menjelaskan bahwa deep learning bukan sekadar penggunaan teknologi canggih, tetapi lebih pada bagaimana guru merancang proses pembelajaran yang menuntun siswa menggali makna, menemukan keterkaitan antar konsep, dan menginternalisasi nilai-nilai sosial.

Sesi kedua membahas penerapan “Deep Learning dalam Pembelajaran IPS”, di mana peserta diajak mengeksplorasi bagaimana materi IPS dapat dikembangkan menjadi pengalaman belajar yang kontekstual dan menantang kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Arif mencontohkan integrasi pendekatan inkuiri, pembelajaran berbasis proyek, dan problem-based learning sebagai strategi yang mendukung terciptanya pembelajaran mendalam di kelas IPS.

Sesi terakhir diisi dengan praktik penyusunan modul ajar berbasis pendekatan deep learning. Dalam kegiatan ini, para guru bekerja secara kolaboratif untuk merancang perangkat pembelajaran yang mengintegrasikan tahapan berpikir kritis, refleksi, dan penilaian autentik. Kegiatan praktik ini menjadi momen penting bagi guru untuk mengaplikasikan langsung konsep yang telah dipelajari.

Ketua MGMP IPS MTs Kabupaten Ponorogo, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa workshop ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kompetensi profesional guru di era transformasi pendidikan. “Kami berharap setelah mengikuti kegiatan ini, para guru dapat mengimplementasikan pembelajaran yang lebih bermakna dan menantang bagi siswa, sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung interaktif dan antusias. Para peserta aktif berdiskusi, bertanya, serta berbagi pengalaman terkait tantangan penerapan pembelajaran mendalam di madrasah masing-masing. Di akhir kegiatan, panitia memberikan apresiasi kepada peserta yang telah menunjukkan kreativitas tinggi dalam penyusunan modul ajar.

Melalui workshop ini, MGMP IPS MTs Kabupaten Ponorogo menegaskan komitmennya untuk terus mendorong inovasi dan peningkatan mutu pembelajaran di lingkungan madrasah. Pendekatan deep learning diharapkan menjadi salah satu strategi efektif dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga memiliki kedalaman pemahaman dan kepekaan sosial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *